Translate

 photo kjmhhb_zps6d6b4a8e.png

foto jalan masuk bumi perkemahan

jalan yang sudah cor semen,sehingga,kendaraan bisa masuk (sepeda motor)

booo photo jhh_zps32550a41.png

foto lokasi curug silawe

foto curug silawe yang begitu indah dan asri,dengan pemandangan yang begitu adem

 photo khhbg_zps62800dd5.png

foto gapuro memasuki desa kopeng

selamat datang di kampung wisata,disini banyak hal yang harus anda ketahui,dan anda kunjungi.

 photo cccsad_zps1400e384.png

foto gazebo di bumi perkemahan

disini juga ada gazebo (tempat istirahat,mushola dsb) selain itu juga ada poskonya.

 photo dscds_zpsfe7aff98.png

foto kegiatan oubound di bumi perkemahan

kegiatan disini sangat banyak.

Selasa, 23 Juli 2013

curug silawe

Curug Silawe terletak di sebelah selatan lereng Gunung Sumbing di Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian 500 m dpl. Curug yang berketinggian sekitar 60 m tersebut terdiri dari dua. Yang pertama adalah yang berdebit air besar dan yang kedua berdebit kecil. Untuk yang pertama sering disebut dengan Curug Silawe seakan-akan seperti Lawe (sarang laba-laba dalam bahasa Jawa). Bagian bawah dari curug ini terdapat semacam kolam yang terbentuk akibat hempasan air dari atas tebing. Di kalom ini pengunjung dapat bermain air karena memang tidak terlalu dalam airnya. Sedangkan yang kedua disebut Curug Sigong. Curug Sigong sendiri terletak di sebelah kanan ke arah hilir dari Curug Silawe dan memiliki ketinggian sekitar 150 m. Dinamakan sigong karena dahulu kala pada malam-malam tertentu sering terdengar suara bunyi gong dari arah air terjun ini. Untuk dapat bermain air disekitar limpahan dari air terjun Si Gong ini, pengunjung harus menyeberang aliran Silawe dan menaiki anak tangga kembali kearah kanan dari Silawe. Kedua curug ini dikala musim kemarau tidak banyak airnya. Setiap sebelum bulan puasa dimulai, warga sekitar air terjun ini acapkali mengadakan ritual yang sering disebut “Ngloro Sengkolo”, dimana dalam ritual tersebut diharuskan membawa gunungan hasil panen milik warga setempat dengan cara diarak dari Lapangan Sutopati sampai Curug Silawe . Dalam ritual ini selain untuk membersihkan diri baik batin maupun fisik juga menandakan rasa syukur kepada yang maha kuasa atas limpahan rezeki yang mereka terima dari hasil pertanian selama satu tahun.